|
Kata open source, free software, Linux, nampaknya identik dengan kebebasan, kehebatan, harga murah, gratis, dan tanpa biaya. Sementara bisnis berarti uang, keuntungan, prestise, dan pertumbuhan. Sekilas kedua hal itu bertolak belakang satu sama lain. Namun sebenarnya open source atau free software bisa dan layak dibisniskan, asal tahu caranya. Terbukti, banyak perusahaan berbasis open source berdiri dan masih tetap survive sampai hari ini, baik di mancanegara maupun di dalam negeri. Anda tentu mengenal paling tidak salah satu nama di bawah ini: RedHat, VA Systems, LinuxCare, SuSE, MySQL, Zend, Trabas, Trustix, RAB, Walnut Creek, IndoLinux, GudangLinux, InfoLinux, eBdesk. Belum lagi perusahaan-perusahaan yang menawarkan solusi berbasis open source, meski tidak sepenuhnya berbisnis open source, antara lain: IBM, Sun Microsystems (StarOffice), Dell, HP-Compaq, Apple (MacOS X), dan Sharp (Zaurus).
|