Free web hosting by 100WebSpace.com free web space | Cheap Web Hosting | linux hosting | web hosting | dating | reseller hosting | report abuse | links
Professional web hosting
Today's Date: Thursday, 08 January 2009
You are here: Home
Random Articles
Antara GNU dan Linux

Bulan November lalu, kita kedatangan seorang tokoh teknologi informasi yang merupakan 'biangnya' hal-hal berikut ini: GNU, Free Software, GPL, GIMP, Gnome, Debian, GNU Emacs, dan tentunya GNU/Linux. Tokoh tersebut adalah Richard Stallman. Projek GNU yang dimulai tahun 1984 setelah Richard keluar dari MIT gara-gara ketidakpuasannya tehadap eksklusivitas industri komputer, yang menerapkan kebijakan menutup akses ke source code driver printer Xerox yang dipakai di laboratoriumnya. Richard berpendapat, software seharusnya bebas diutak-atik, agar siapapun dapat membetulkan kesalahan (bug) di dalamnya. Bagaimanapun juga, sebuah software tidak (akan pernah) sepenuhnya bebas dari bug, jadi apa salahnya jika mereka, yang punya kemampuan, bisa membantu membetulkan bug-bug tersebut. Richard kemudian mendirikan Free Software Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang mendukung projek GNU, terutama di sisi pembiayaan dan legal, dan tentunya mendefinisikan GNU GPL (General Public Licence) sebagai 'dasar hukum' software-software yang dirilis oleh projek GNU. Lisensi ini melindungi free software (perangkat lunak bebas) yang dirilis GNU agar tetap bebas, meskipun dioprek sampai habis. GNU sendiri adalah singkatan rekursif dari Gnu's Not Unix, menunjukkan perlawanan Richard terhadap lisensi Unix yang waktu itu sangat ketat, dan tekadnya untuk membuat suatu sistem operasi yang lengkap, bebas, handal, dan kompatibel dengan Unix, namun bukan Unix (tidak mengandung sebaris pun source code Unix). Sampai akhir 80-an, projek ini sudah menghasilkan sejumlah toolkit untuk sistem operasi, seperti gcc (GNU C Compiler), GNU Emacs (editor teks), glibc (GNU Library C), bash (Bourne Again Shell), namun kernel alias inti dari sistem operasi itu sendiri, yaitu Hurd, tak kunjung selesai (bahkan sampai hari ini). Apa jadinya sebuah sistem operasi tanpa kernel ? Untungnya, di tahun 1991, seorang mahasiswa Finlandia, Linus Torvalds, yang kurang puas dengan kinerja Minix (sebuah klon Unix karya Profesor Andrew Tanenbaum), mencoba membuat sendiri sistem operasi mirip Minix. Berlawanan dengan GNU, ia mencoba menciptakan kernelnya lebih dahulu, yang dinamakan Linux. Linux ternyata berkembang lebih cepat dibandingkan Hurd, apalagi Linux dibuat menggunakan toolkit buatan GNU, sehingga kompatibel dengan sistem yang tengah dibangun GNU. Akhirnya, tahun 1993, dirilislah SLS Linux, distro Linux pertama yang menggabungkan kernel Linux dan toolkit GNU menjadi sistem operasi yang lengkap dan siap pakai. Sampai sekarang, ada puluhan, mungkin ratusan distro Linux tersebar di seluruh dunia.

Read more...
Daftar Distro Linux Indonesia (Always Updated)

By Administrator, on Monday, 06 June 2005

Views : 4538    

Favoured : 135

Published in : Article, Linux


Perkembangan sistem operasi Linux di Indonesia, terutama sejak milenium baru banyak melahirkan distro-distro berbahasa Indonesia, atau setidaknya distro Linux 'buatan' komunitas IT Indonesia. Untuk diagram sejarah perkembangan asal-usul distro GNU/Linux Indonesia, bisa dilihat di situsnya Mas Made. Berikut ini daftar distro Linux Indonesia yang sempat dirilis (beberapa link mungkin down):


Last update: Monday, 10 November 2008

Keywords : Article, Linux, Daftar Distro Linux Indonesia (Always Updated), distro, linux, indonesia, distribution
Editor's review User comments (4) Quote this article in website Favoured (135) Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles
Malware: Apa Itu dan Cara Menanganinya

By Administrator, on Monday, 03 March 2008

Views : 1089    

Favoured : 173

Published in : Article, IT


Kita mengenal virus sebagai ancaman terhadap komputer kita, namun sesungguhnya virus hanyalah salah satu bentuk dari apa yang disebut malware. Malware, secara umum, adalah program yang bersifat merusak komputer. Malware dibagi atas: virus, worm, trojan horse, spyware, backdoor, dan dialer/downloader.

 


Last update: Monday, 03 March 2008

Editor's review Be first to comment this article Quote this article in website Favoured (173) Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles
Aplikasi Alternatif: Solusi Mengurangi Pembajakan dan Menyiapkan Migrasi Open Source

By Administrator, on Monday, 03 March 2008

Views : 892    

Favoured : 167

Published in : Article, IT


Kesadaran akan hak cipta atau kekayaan intelektual (HaKI) khususnya di bidang komputer/informatika di Indonesia sudah mulai nampak. Masih segar di ingatan kita gonjang-ganjing seputar diberlakukannya UU Hak Cipta tahun 2003 yang lalu yang diikuti aksi sweeping di warnet-warnet. Beberapa aksi penangkapan terhadap pelaku pembajakan dan pengguna perangkat lunak bajakan yang sempat disidangkan cukup memberikan efek kejutan (shock therapy) bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengguna komputer yang selama ini terbiasa menggunakan perangkat lunak tanpa memperhatikan kehalalannya.

 


Last update: Monday, 03 March 2008

Editor's review Be first to comment this article Quote this article in website Favoured (167) Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles
Upgrade Apache Roller 3.0 ke 4.0 (menggunakan GlassFish 2.0)

By Administrator, on Friday, 25 January 2008

Views : 1049    

Favoured : 169

Published in : Tutorial, IT


Instalasi Glassfish 2.0

  1. Tentu saja, Anda harus download dan instalasi Java SDK (JAVA_HOME dan PATH)
  2. Download Glassfish 2.0 dari https://glassfish.dev.java.net/public/downloadsindex.html
  3. Ekstrak file .jar hasil download dengan perintah: java -Xmx256m -jar <namafile>.jar
  4. Instalasikan Apache Ant 1.6.5, download dari http://ant.apache.org. Set ANT_HOME dan PATH sesuai sistem operasi.
  5. Edit file glassfish/setup.xml, sesuaikan setting port jika diinginkan.
  6. Jalankan perintah: ant -f setup.xml
  7. Jika tidak ada kesalahan (BUILD FAILED) maka instalasi Glassfish telah berhasil.
  8. Untuk menjalankan Glassfish gunakan perintah: bin/asadmin start-domain domain1
  9. Jika keluar status: Domain [domain1] is running berarti Glassfish telah berhasil dijalankan.
  10. Akses modul administrasi dengan menggunakan browser pada alamat: http://<server>:4848. Masukkan username admin dan password adminadmin.
  11. Untuk mematikan Glassfish gunakan perintah: bin/asadmin stop-domain domain1

Last update: Friday, 25 January 2008

Editor's review Be first to comment this article Quote this article in website Favoured (169) Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles