Satu tahun lagi telah berlalu, dan 2006 merupakan tahun yang lumayan seru bagi perkembangan Free and Open Source Software. Beberapa di antaranya adalah :
Pembelian JBoss oleh RedHat, JBoss adalah vendor open source software berbasis Java terdepan dengan produk-produknya, seperti JBoss Application Server, JBoss Seam, dan Hibernate. Sebelumnya, JBoss sering dihubungkan dengan Oracle.
Perseteruan Debian dan Firefox, seputar penggunaan nama dan icon Firefox pada distro Debian yang dianggap melanggar trademark. Masalahnya berpangkal pada keengganan Debian untuk memngirim patch Firefox yang dibuatnya kepada Mozilla Foundation. Akhirnya, Debian mengganti nama Firefox pada distronya dengan IceWeasel.
Kerja sama Microsoft dan Novell, seputar paten dan dukungan Microsoft terhadap SUSE di lingkungan mixed (MS-Linux). Microsoft tidak akan menuntut penggunaan paten di lingkungan Linux, asalkan mereka pengguna SUSE. Kesepakatan yang menimbulkan pro-kontra di kalangan komunitas Linux. Berimbas pula pada openSUSE, versi open source dari distro SUSE.
Perdebatan seputar driver proprietary, berawal dari usulan dimasukkannya driver proprietary (closed source) pada distro Ubuntu secara default. Di sisi pengguna mungkin terasa lebih menguntungkan, namun fanatik sejati free software, itu akan menodai gerakan kemerdekaan software yang dimotori GNU/FSF dan komunitas, dengan Linux sebagai ujung tombaknya.
Java menjadi free software, sepuluh tahun lebih usia Java dengan perkembangan yang pesat menjadi bahasa pemrograman terdepan saat ini. Salah satu perdebatan hangat seputar Java adalah isu lisensi dan keterbukaan. Akhirnya, Java, mulai versi 7, akan menjadi free software berlisensi GPL.
Perkembangan sistem operasi Linux di Indonesia, terutama sejak milenium baru banyak melahirkan distro-distro berbahasa Indonesia, atau setidaknya distro Linux 'buatan' komunitas IT Indonesia. Untuk diagram sejarah perkembangan asal-usul distro GNU/Linux Indonesia, bisa dilihat di situsnya Mas Made. Berikut ini daftar distro Linux Indonesia yang sempat dirilis (beberapa link mungkin down):
Kita mengenal virus sebagai ancaman terhadap komputer kita, namun sesungguhnya virus hanyalah salah satu bentuk dari apa yang disebut malware. Malware, secara umum, adalah program yang bersifat merusak komputer. Malware dibagi atas: virus, worm, trojan horse, spyware, backdoor, dan dialer/downloader.
Kesadaran akan hak cipta atau kekayaan intelektual (HaKI) khususnya di bidang komputer/informatika di Indonesia sudah mulai nampak. Masih segar di ingatan kita gonjang-ganjing seputar diberlakukannya UU Hak Cipta tahun 2003 yang lalu yang diikuti aksi sweeping di warnet-warnet. Beberapa aksi penangkapan terhadap pelaku pembajakan dan pengguna perangkat lunak bajakan yang sempat disidangkan cukup memberikan efek kejutan (shock therapy) bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengguna komputer yang selama ini terbiasa menggunakan perangkat lunak tanpa memperhatikan kehalalannya.