Menginstalasi Linux sulit ? Tidak lagi. Mungkin dua-tiga tahun yang
lalu memang benar karena pilihan distro yang terbatas dan belum nge-trend-nya
penggunaan Linux sebagai sistem operasi desktop sehingga instalasi Linux hanya
bisa dilakukan para opreker atau para system administrator yang menggunakan
Linux untuk server. Booming Linux yang terjadi mulai tahun 1999 telah mendorong
lahirnya distro-distro baru yang menekankan pada kemudahan instalasi dan konfigurasi.
Distro-distro lama, umumnya yang berbasis perusahaan komersial pun berlomba-lomba
mempermudah metode instalasinya. Sekarang ini hampir semua disto populer menggunakan
metode instalasi berbasis grafis yang mirip instalasi Windows.
Perkembangan sistem operasi Linux di Indonesia, terutama sejak milenium baru banyak melahirkan distro-distro berbahasa Indonesia, atau setidaknya distro Linux 'buatan' komunitas IT Indonesia. Untuk diagram sejarah perkembangan asal-usul distro GNU/Linux Indonesia, bisa dilihat di situsnya Mas Made. Berikut ini daftar distro Linux Indonesia yang sempat dirilis (beberapa link mungkin down):
Kita mengenal virus sebagai ancaman terhadap komputer kita, namun sesungguhnya virus hanyalah salah satu bentuk dari apa yang disebut malware. Malware, secara umum, adalah program yang bersifat merusak komputer. Malware dibagi atas: virus, worm, trojan horse, spyware, backdoor, dan dialer/downloader.
Kesadaran akan hak cipta atau kekayaan intelektual (HaKI) khususnya di bidang komputer/informatika di Indonesia sudah mulai nampak. Masih segar di ingatan kita gonjang-ganjing seputar diberlakukannya UU Hak Cipta tahun 2003 yang lalu yang diikuti aksi sweeping di warnet-warnet. Beberapa aksi penangkapan terhadap pelaku pembajakan dan pengguna perangkat lunak bajakan yang sempat disidangkan cukup memberikan efek kejutan (shock therapy) bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengguna komputer yang selama ini terbiasa menggunakan perangkat lunak tanpa memperhatikan kehalalannya.